Pesawat Rusia Diduga Jatuh Karena Ledakan Bom



Penyidik Eropa yang meneliti black box alias kotak hitam pesawat Rusia yang jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir pada Sabtu, 31 Oktober menyatakan pesawat jatuh bukan sebab kecelakaan.

para peneliti berbicara cockpit voice recorder alias perekam suara kokpit menunjukkan semacam ada ledakan. Dari analisa flight data recorder alias perekam data penerbangan diduga kuat ledakan itu tidak disengaja.

Semuanya baik-baik saja selagi 24 menit pertama, tetapi dalam sepersekian detik ada pemadaman, jadi meyakinkan peneliti menyimpulkan adanya bom di kapal.

Pada Jumat 6 November kemarin, Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk menghentikan lalu lintas udara Rusia dengan Mesir, hingga penyebab kecelakaan pesawat Metrojet 9268 bisa ditentukan.

"Putin sudah menerima rekomendasi dari Komite Nasional Anti-Teroris untuk menghentikan penerbangan dengan Mesir. Ia juga menginstruksikan untuk memberbagi bantuan terhadap warga Rusia yang kembali dari Mesir. Pun menyebutkan keterlibatannya dengan Mesir untuk menjamin keamanan lalu lintas udara," sebut Kremlin.

Analis penerbangan CNN, Richard Quest berbicara bakal ada data tidak sama di kotak hitam apabila terbukti terjadi ledakan. Petunjuknya merupakan apa yang terjadi sebelum data tiba-tiba berhenti.

"Ini tahap kedua, terjadi sepersekian milidetik, ketika Kamu mendengar ledakan dari analisa itu," kata Quest. "Dan Kamu menonton semua parameter (di perekam) rusak sebelum listips sangatlah terputus. Apabila laporan ini seksama, (peneliti) kini menganilisisnya ...  dengarkan serta identifikasi."

Menurut Quest, apabila pesawat itu terbelah sebab kegagalan struktural, bakal terdengar ada lebih tidak sedikit suara -- serta untuk waktu yang lama.

Badan Investigasi Kecelakaan Udara Prancis, BEA, berbicara para pejabat Mesir bakal membikin pemkabarhuan mengenai penyelidikan kecelakaan dalam 24 jam mendatang.

Sementara itu, Juru Bicara Departemen Luar Mesir berbicara di Twitter bahwa Kementerian Penerbangan Sipil Mesir bakal menggelar konferensi pers pada Sabtu kurang lebih pukul 17.00 waktu setempat. Tetapi Kementerian Luar Negeri Mesit tidak memberbagi detail mengenai topik briefing media itu.

Pesawat terbang menuju St Petersburg, Rusia, itu jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir, 23 menit seusai lepas landas dari Sharm el-Sheikh pada Sabtu, 31 Oktober. Mayoritas korban dalam pesawat maskapai penerbangan Rusia Kogalymavia merupakan warga negara Rusia.

0 Response to "Pesawat Rusia Diduga Jatuh Karena Ledakan Bom"

Posting Komentar

wdcfawqafwef